Ironisnya, untuk mencapai cita-cita terbentuknya “negara Islam” acapkali mereka menempuh jalur-jalur tidak manusiawi. Seperti memaksakan kehendak, berperilaku intoleran, memusuhi orang yang tak sepikiran – kendati umat Islam sendiri – gemar melakukan teror hingga aksi meledakkan diri sendiri. Ini berarti, keberadaan mereka menjadi ancaman cukup serius. Bukan hanya bagi Islam, melainkan tatanan kehidupan sosial dalam berbangsa dan bernegara. Alih-alih memperjuangkan Islam, justru praktiknya bertentangan bahkan dengan nama Islam itu sendiri yang berarti “memberi keselamatan”.
Tidaklah mengherankan, jika keberadaan kelompok para pejuang negara Islam dan formalisasi syariat Islam ini seringkali ditolak bahkan diperangi. Bukan sekadar di Indonesia, melainkan seluruh negara di pelbagai belahan dunia lain dikarenakan kerap menimbulkan keresahan dan kecemasan khalayak ramai dibalik perjuangannya.

Walau begitu, siapa sangka wacana tentang pembentukan negara Islam ini juga diadopsi bahkan diperjuangkan hingga akhir hayatnya oleh salah seorang ulama sekaligus intelektual muslim raksasa Indonesia alumnus Universitas Chicago, Amerika Serikat yaitu Buya Syafii Maarif –sapaan akrab Prof. Dr H Ahmad Syafii Maarif.
Gagasan Negara Islam
Membincang pemikiran dan gagasan-gagasan seorang Buya Syafii Maarif apalagi tentang konsep negara Islam-nya, akan membawa kita pada suatu kehidupan yang sangat ideal dan didambakan seluruh umat manusia, khususnya umat Islam sendiri. Mengapa demikian, karena gagasan atau ide yang digulirkan membawa hawa segar di tengah “krisis nilai-nilai kemanusiaan” yang menimpa umat manusia.
Salah satu upaya untuk meminimalisir krisis kemanusiaan ini, menurut Buya Syafii adalah dengan membentuk negara Islam. Negara Islam, demikian Buya Syafii Maarif merupakan suatu keniscayaan untuk diperjuangkan umat manusia. Bukan hanya umat Islam, melainkan umat non-Muslim dan orang Ateis sekalipun berkewajiban memperjuangkan. Dengan negara Islam, maka tatanan kehidupan sosial umat manusia yang adil, sejahtera, toleran, damai, dll. akan terwujud.
