Meskipun cukup singkat, namun kita dapat mengetahui jejak dan silsilah Mbah Kholil dari sisi ayah maupun ibu hingga sampai kepada Rasulullah saw (hal. 7-12). Hal ini menunjukkan bahwa secara garis silsilah, Kiai Kholil merupakan gen keagungan dan menjadi seseorang yang diagungkan oleh Allah.
Pendidikan Kiai Kholil dimulai sejak dari lingkungan keluarga (hal. 6). Kiai Abdul Latif, ayahanda Kiai Kholil dan ibunda Syarifah Khadijah, menekankan pentingnya ilmu agama. Maka sejak awal, dalam lingkungan keluarga, Kiai Kholil telah belajar dasar-dasar keislaman. Kemudian Kiai Kholil melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren, seperti Pesantren Langitan, Tuban (hal. 18); Pesantren Cangaan, Bangil; Pesantren Darussalam, Pasuruan; Pesantren Sidogiri, Pasuruan; Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Banyuwangi, hingga ke Makkah Al-Mukarromah. Jadi jejak belajar Kiai Kholil begitu banyak dan memerlukan waktu yang cukup panjang.

Surat Kepada Anjing Hitam adalah salah satu judul dari buku ini (hal. 106). Di dalamnya dijelaskan bagaimana karomah Mbah Kholil bisa terjadi pada sesuatu yang di luar nalar. Si Fulan, adalah salah satu peserta jamaah haji pada waktu itu. Kemudian Mbah Kholil berkirim surat kepadanya supaya disampaikan kepada anjing hitam yang ada di Masjidil Haram. Tentu saja hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak logis. Namun karena patuh dan tawadhu kepada guru, Kiai Kholil, si Fulan pun menyanggupinya.

Kok tidak ada identitas / spesifikasi bukunya? 🙏
Lho, kok iya ya? Padahal di naskah aslinya sudah saya sertakan identitas tersebut. Jadi bertanya sendiri nih? Hee,,,