Membaca Jejak Karomah Kiai Kholil

Benar saja, sesampainya di tanah haram si Fulan bertemu dengan anjing hitam. Dan segera, surat yang diamanatkan Mbah Kholil kepadanya diberikan. Ia tidak dapat berpikir, mengapa di Masjidil Haram bisa ada anjing hitam. Dan begitulah karomah Mbah Kholil yang tidak dapat dijangkau oleh logika kebanyakan. Padahal, anjing hitam itu adalah salah seorang peserta jamaah haji yang alim dan wara’ yang tidak ingin diketahui oleh manusia. Nah, penasaran, kan? Buku ini benar-benar memberikan kebaruan pengetahuan, dan mengetahui keluarbiasaan dari ulama yang benar-benar luar biasa, Kiai Kholil Bangkalan.

Dan masih banyak lagi karomah yang dapat dibaca dan dipetik hikmahnya dari buku dengan tebal ix + 201 ini. Setidaknya ada 44 karomah atau kejunelan (dihitung manual) dalam buku yang diterbitkan oleh PPSMCH ini. Kita dapat mempelajari berbagai macam pengajaran dari buku ini. Karena di dalamnya memuat biografi ulama besar, Syaikhona Kholil, beserta karomah-karomah Beliau. Sehingga pada akhirnya, kita dapat meneladani nilai kesungguhan seorang ulama dalam mendekatkan diri kepada Allah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Secara lay out, buku ini memang kurang memuaskan. Di beberapa tempat terdapat penulisan diksi yang salah. Penulisan “ke” dan “di” tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesai sebagai kata depan atau sebagai kata imbuhan. Demikian juga terdapat spasi baris yang tidak sama antara satu paragraf dengan paragraf lainnya. Buku ini juga dimulai dari halaman v (lima) pada awal halaman buku. Tidak terdapat lembar isi pada buku ini, baik di halaman awal atau di halaman akhir.

2 Replies to “Membaca Jejak Karomah Kiai Kholil”

Tinggalkan Balasan