“Kadang saya menulis sambil masak di dapur,” katanya, Rabu (6/3) malam lalu, ketika kami meriung di AdaKopi yang dikelola sastrawan Mahwi Air Tawar di bilangan Depok, Jawa Barat. Jiva memang merupakan novel debutnya. Tapi ia beterkad akan terus mengembangkan karya-karya baru untuk memperkaya dunia literasi Indonesia.
Darinya kita tahu, proses kreatif akhirnya bisa datang kapan saja dan bisa dilakukan dengan banyak cara. Dan sumber inspirasi paling otentik adalah kehidupan nyata, kehidupan anak-anak manusia di sekitar kita. Seperti pernah diungkapkan oleh Pramoedya Ananta Toer dalam Tetraloginya, bahwa “Kehidupan itu nyata, lebih nyata dari pendapat semua ahli tentang kenyataan.” Dan Jiva adalah bagian dari kenyataan itu, kini.

