Membangun Kembali Hubungan Guru-Murid

Bahkan saya sendiri khawatir, gara-gara banyaknya kasus demikian, akan dijadikan alasan oleh generasi muda berikutnya untuk tidak mengenyam pendidikan.

Tak bisa dibanyangkan, apa jadinya negeri ini jika generasi mudanya benci pendidikan, mereka lebih memilih bekerja daripada belajar. Maka dari itu, ini menjadi problem serius yang harus kita perhatikan, khususnya pemerintah agar dikawal dan dicarikan solusinya, jangan sekali-kali gulung tikar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dampak Liberalisme

Ahmad Muhammad Nashor dalam karyanya Mabadi’ Al-Iqtishadi Al-Islami menerangkan bahwa, doktrin liberalisme tidak hanya berdampak pada sosial saja, melainkan juga berdampak kepada perekonomian. Dalam ekonomi, doktrin tersebut ada dua pandangan. Pertama, kekayaan dan hak-hak individu adalah milik kita semua dengan dalih ‘dalam rangka kemaslahatan umum’. Kedua, mewujudkan ekonomi sosial dengan mengorbankan kepemilikan individu.

Konsep dasar dari liberalisme adalah ‘kebebasan’. Kelompok liberalisme secara abstrak memang tidak menentang sama sekali terhadap tuntutan-tuntutan agama dan moral, tetapi secara substansial mereka berusaha menjauhkan manusia dari tuntutan agama dan moral. Kelompok inilah yang kemudian menggaung-gaungkan adanya HAM (Hak Asasi Manusia).

Di Indonesia sendiri, HAM didirikan pada masa Orde Baru tepat pada tahun 1993. Selain itu, HAM juga bersifat independen dari pemerintah. Saya rasa inilah akar masalah dari adanya kasus guru dan murid. Mereka tidak paham secara total tentang hak dan kewajiban, mereka mempertentangkan antara hak dan kewajiban. Seharusnya, hak dan kewajiban tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan.

Hubungan Guru-Murid

Tinggalkan Balasan