Karena itu, hijrah sebaiknya dilihat sebagai upaya yang lebih luas, mencakup komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna secara spiritual. Jika dipahami dengan benar, hijrah dapat menjadi proses yang mendalam dan penuh makna, lebih dari sekadar tren atau perubahan gaya busana yang hanya mempengaruhi penampilan luar tanpa menyentuh esensi yang sesungguhnya.

Saya setuju bahwa hijrah bukan semata tampilan luar atau gaya pakaian syar’i. Namun, bukan hal yang jelek jika seseorang memulai hijrah dengan pakaian Islami. Senyampang tidak semata-mata tampilan luar, bahkan seyogyanya diikuti oleh komitmen hati untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Intinya, catatan ini cukup menjadi inspirasi bagi kita agar pemahaman hijrah tidak dipersempit dengan batasan tampilan an sich. Karena perubahan buruk menjadi baik memiliki area kreatifitas yang cukup luas. Mantap!!!!!