MEMBUNUH TUHAN

Mei, 2024.

BUNGA ABADI

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Semerbak wangi bunga di kebun pertama
Bersarang karang pada kelopaknya
Gagak-gagak berdansa memekik suara
Mata pedang cinta mengoyak dogma
Pada pangkal daun terakhir di bulan Juli
Puisi-puisiku berombak, menari-nari
Melesat, menerjang, menembus langit kota
Tegak pandangku pada kisah Qais dan Laila
dan kau di mana juwita?

Berangkat waktu datang menjengah
Pada ujung pandang kulukis wajah
Kupetik pena dari selimutnya
Lalu mencatat ingatan mendalam bersama juwita
Kebestarian manusia memecah waham
Tapi tidak dengan cinta manusia yang mendalam
Tak  diizinkan barang sebentar logikanya menjemput kesadaran
Di antara cokelat, bunga, kembang api, dan pingitan kebahagiaan
Riang seorang diri berdansa ia di dalam  pesta bertajuk kegilaan

Juli, 2024.

DENGARKANLAH

Sekiranya aku telah menjatuhkan hati pada keelokan kelopak mawar, maka harus kutanggung segala pedih durinya,

Sekiranya aku telah menjatuhkan hati pada cemara yang mencakar-cakar langit, maka harus kutanggung segala terjang angin dan badainya.

Sekiranya aku telah menjatuhkan hati pada indah merpati di dalam sangkar, maka harus kutanggung segala kekang dalam sayapnya.

Sekiranya aku telah menjatuhkan hati pada sungai-sungai yang bercumbu di muara, maka harus kutanggung segala limbah dan sampahnya.

Tinggalkan Balasan