Kelima, dalam bidang politik. Dalam bidang ini, NU memosisikan diri sebagai kekuatan masyarakat madani yang memperjuangkan politik kebangsaan yang berorientasi pada tercipatanya kedamaian adil dan makmur. NU menghindari politik praktis yang berorientasi kepada kekuasaan formal. Pilihan politik kebangsaan NU ini mampu menyeimbangkan kondisi politik nasional yang feodal, primodialistik, dan paternalistik.
Keenam, dalam bidang dakwah. Dalam bidang ini, NU menyeimbangkan dakwah bil maqal (ceramah) dan dakwah bil hal (aksi nyata). Dakwah adalah mengajak orang lain menuju jalan yang diridai Allah Swt baik secara lisan atau perilaku. Dakwah secara ceramah masih sangat dominan di NU. Namun, dakwah bil hal juga terus dikembangkan melalui ruang sosial budaya. Para ulama NU memosisikan diri sebagai teladan yang menjadi cermin umat dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan menghadapi persoalan di masyarakat. Moralitas yang luhur dan penyadaran berbasis nurani adalah prioritas dakwah yang dilakukan NU.

Ketujuh, dalam bidang pendidikan. NU mampu memadukan pendidikan formal dan nonformal. NU mempunyai ribuan institusi pendidikan pesantren yang terafiliasi oleh NU. Di pesantren, para santri belajar akhlak dan ilmu-ilmu keislaman. Sedangkan dilembaga pendidikan formal, para santri belajar ilmu dan teknologi. Keduanya sangat dibutuhkan oleh santri dalam menghadapi perubahan zaman. Menjadi orang yang pintar dan benar adalah syarat mutlak kesuksesan. Sehingga ketika para santri ketika sudah terjun dalam masyarakat, mampu memberikan kemanfaatan dan menjadi contoh suri teladan.
Ketujuh aspek tersebut menunjukkan moderasi yang dilakukan NU sangat luar biasa, baik dalam takaran pemikiran maupun gerakan riil di lapangan. Hal ini penting kita tiru dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berkaca pada fakta di lapangan, bahwa banyaknya persoalan yang disebabkan oleh perbedaan tafsir hingga pandangan, membuat moderasi beragama penting kedudukannya menghadapi masyarakat majemuk.
Masyarakat perlu tahu bahwa moderasi beragama adalah cara kita, umat beragama, menjaga kerukunan dan kedamaian Indonesia. Sehingga ketujuh aspek yang dilakukan NU bisa menghadirkan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang mampu membawa kemajuan dan kebahagiaan lahir batin.
