demonstrasi mahasiswa

Mempertahankan Nilai Demokrasi

Emosi yang meledak di dalam demokrasi akan mendorong konflik. Rakyat akan berkonflik dengan pemerintah. Kelompok yang satu akan berkonflik dengan kelompok yang lainnya. Sedangkan konflik yang keras dan berkepanjangan jelas buruk bagi sosial ekonomi. Jalur transportasi dan komunikasi terhalang. Proses produksi terhambat.

Konflik yang ditunggangi pihak asing atau pihak lain untuk memecah belah bangsa bisa juga dijadikan analisis tentang perkembangan demokrasi di Indonesia. Pengaruh asing dari Timur Tengah dan Barat kerap memanaskan keadaan. Beberapa negara di Timur Tengah pernah merasakan kejamnya intervensi asing dalam memecah belah persatuan bangsa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Emosi yang meletup berkepanjangan di dalam demokrasi akan melahirkan anarki. Tatanan sosial akan hancur. Manusia akan tereduksi ke sikap-sikap anarkisnya yang rakus dan merusak. Indonesia sudah kenyang dengan pengalaman kekacauan semacam ini. Peperangan, perlawanan terhadap penjajah, penumpasan PKI, hingga reformasi 1998.

Berdemokrasi memang tak bisa lepas dari emosi. Dorongan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bersama kerap bermuara pada frustasi. Namun, harapan sebenarnya selalu ada.

Selama rakyat masih peduli dan mau terlibat dengan berbagai cara untuk bersama membangun peradaban dan kemajuan bangsa. Demokrasi dibalut dengan emosi, namun dikelola dengan sikap yang waras, kiranya akan berbuah manis di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan