Menafsir al-Quran dengan Semantik

Selain itu, ada Ibn Juraij (w. 150 H) yang mengklasifikasikan makna relasi yang terbawa oleh makna dasar pada suatu ayat. Ibn Juraij juga menguraikan pentingnya konteks historis suatu aspek kebahasaan. Karena, manurutnya, perkembangan zaman akan membawa pergeseran juga terhadap kata-kata tertentu (Azima, 2017, pp. 54–56).

Pada tahap yang lebih maju, hegemoni semantik terus berlanjut hingga pada masa Muqatil bin Sulaiman (w. 150 H), Harun bin Musa (w. 170 H), Yahya bin Salam (w. 200 H), al Jahiz (w. 868 M), Ibn Qutaibah (w. 889 M), al Jurjani (w. 392 H/ 1001 M) (Setiawan, 2005, pp. 172–177).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di antara tokoh-tokoh yang menggunakan perspektif hermeneutik linguistik pada masa kontemporer adalah Bintu Syathi’, M Syahrur (w. 2019 M), Amin al Khulliy, Fazlur Rahman (w. 1988 M), dan Nashr Hamid Abu Zaid (w. 2010 M). Sedangkan, yang secara intens dan serius dalam memperkenalkan metode semantik historis kebahasaan al-Quran adalah Toshihiko Izutsu (w. 1993 M) dalam bukunya God and Man in the Koran: Semantics of The Koranic Weltanschauung.

Menurut Nashr Hamid Abu Zaid, Allah ketika menurunkan firman-Nya (al-Quran) telah mengkonsepsi untuk mewahyukan dengan bahasa sesuai dengan subjek penerimanya. Hal ini karena bahasa adalah komponen penting dalam membentuk peradaban (Abu Zayd, 2002, p. 19).

Kemudian, M Syahrur juga memaparkan bahwa aspek bahasa menjadi peranti yang ampuh untuk menyampaikan wahyu dengan segala distorsi historis yang jauh dari masa Nabi dengan masa sekarang (Mubarok et al., 2007, p. 206). Sementara, menurut Amin al Khulliy, dalam memahami aspek kebahasan al-Quran, harus ditelisik dinamika dan pergeseran makna terhadap suatu istilah. Karena, dengan mengetahui perubahan ini, akan menghasilkan buah kajian berupa temuan konsep yang signifikan terhadap masanya (Yusron, 2006, p. 18).

Komponen yang ada dalam semantik al-Quran terdiri atas definisi, review sejarah penggunaan istilah dalam kultur budaya (Arab) dan al-Quran, mencari koneksitas antara istilah yang berkaitan dan mengungkap makna dan relevansi terhadap konsep yang ada.

Secara lebih spesifik, langkah metodologi penelitian secara semantik meliputi, pertama, menentukan kata yang akan diobservasi (kata fokus dan kata kunci) kandungan makna serta konsep yang ada di dalamnya (Izutsu, 1997, pp. 17–22).

Tinggalkan Balasan