Mendengar penjelasan Khahab, Rasulullah berpikir sejenak, lalu menyetujui kritik yang diajukan kepadanya.
Tak hanya kisah itu, sikap Nabi Muhammad yang menerima kritikan dengan tenang juga terjadi dengan kelompok Ansar. Dalam suatu kisah, setelah pertempuran, Nabi diceritakan membagikan barang jarahan kepada orang-orang. Yang pertama menerima barang rampasan dan yang mendapat bagian paling banyak adalah orang-orang yang baru saja memeluk Islam.

Sesaat setelah memberikannya, Nabi Muhammad memerintahkan Zaid ibn Thabit untuk mengambil barang jarahan dan memanggil orang-orang. Kemudian, dirinya menunjuk bagian yang akan diberikan kepada rakyat.
Meski pembagian dilakukan sesuai kebijakan yang setara, beberapa orang tidak menghargai keputusan itu. Beberapa di antaranya dilakukan oleh orang Madinah. Pengaduan mulai muncul, hingga akhirnya Saad ibn Ubadah mendatangi Nabi.
“Ya Rasulullah, kelompok Ansar ini kesal dengan pembagian barang rampasan. Anda telah membagikan bagian kepada sanak saudara Anda sendiri dan memberikan banyak hadiah kepada suku-suku Arab, dan tak menyisakan Ansar apa pun.”
Mendapati laporan itu, Rasulullah bertanya pada Saad, “O Saad, bagaimana menurutmu?”
Ditanya seperti itu, Saad mengaku tak tahu harus apa, hingga Nabi Muhammad berkata kepadanya, “Bawa orang-orangmu kepadaku.”
Ketika dipanggil, alih-alih mencela dan meragukan keadilannya, Rasulullah menghadapi mereka dan bersyukur seraya memuji Allah. Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Demi Allah, aku bersaksi tentang kebenaran. Kalian datang kepada kami dengan mengingkari serta menolak dan kami menerima kalian. Kalian datang kepada kami dalam keadaan tidak berdaya dan kami membantu kalian; buronan, dan kami menerima kalian; miskin dan kami menghiburmu.”
“Wahai orang-orang Ansar, apakah kalian merasa berkeinginan untuk hal-hal duniawi yang saya upayakan untuk mendorong orang-orang ini kepada iman di mana kalian telah ditetapkan? Apakah kalian tidak puas, hai orang-orang Ansar bahwa orang-orang akan pergi dengan domba dan unta, sementara kalian akan kembali bersama Rasulullah ke tempat tinggalmu?”
