“Ya Allah! Kasihanilah orang-orang Ansar, anak-anak mereka, dan anak-anak dari anak-anak mereka.”
Mendapati perkataan seperti itu, mereka tak luput dari tangisan dan berkata, “Ya, kami puas, ya Nabi Allah!”

Jika kita renungkan kisah yang dialami oleh Rasulullah, sudah seharusnya setiap muslim berpikir positif sehingga bisa menjadikan kritik sebagai cermin yang dapat memberikan gambaran diri yang sebenarnya. Sebagai manusia biasa tentu kita tidak maksum dari segala kekhilafan. Kewajiban kita sebagai manusia apalagi umat muslim adalah saling mengingatkan baik dengan nasihat maupun kritikan. Hal ini diungkapkan dalam hadis:
عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Dalam menyikapi kritik, Rasulullah melihat suatu masalah tetap mengutamakan kemaslahatan untuk semua. Ketika para sahabat Ansor salah paham terhadap maksud Rasulullah kemudian mengengkritiknya, Beliau tidak menghukumnya tetapi memberikan klarifikasi terhadap maksud beliau.
Sebagai muslim kita harus mengambil teladan untuk terbuka menerima nasihat yang berupa kritikan. Seorang muslim harus terbuka pikirannya terhadap kritikan yang bersifat membangun. Ada sebuah ungakapan yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib agar kita bisa menemukan kebenaran yang sejati:
انظر ما قال ولا تنظر من قال
“Lihat apa yang disampaikan, namun jangan lihat siapa yang menyampaikan.”
Sebagai muslim kita tidak boleh bersikap antipati terhadap kritik yang akan membuat kita menjadi lebih baik. Jika ada seseorang yang mengkritik kita berdasarkan informasi yang tidak valid, sikap kita harus memaafkan serta mengklarifikasinya.
