Meneladan Sikap Tawaduk Kiai Ihsan Jampes

Setelah resmi menjadi santri Jamsaren, kiai Ihsan berkehendak untuk menjadi pelayan kiai, atau dengan istilah lain sebagai santri abdi ndalem. Seiring berjalannya waktu, identitas asli Kiai Ihsan mulai terbongkar. Bahwa ia adalah putra dari kiai ternama asal Jampes, Kediri. Mengetahui hal itu, Kiai Ihsan mulai menjaga jarak dan mengambil langkah untuk mengakhiri masa mondoknya di Jamsaren dengan berpamitan kepada pengasuhnya.

Sikap seperti itu dilakukan Kiai Ihsan semata-mata agar dirinya tidak di-gus-gus-kan atau diistimewakan. Ia ingin menjadi dirinya sendiri yang apa adanya. Oleh karena itu, ia berusaha menyembunyikan identitasnya demi menghindari popularitas. Sikap semacam itu tidak hanya dipraktikkan di Jamsaren, melainkan juga di berbagai tempat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Episode ke-2: Menutupi Kealiman

Kealiman Kiai Ihsan tak dapat diragukan, baik di kancah nasional maupun internasional. Kealimannya terpotret jelas dalam karya-karya kitabnya yang semuanya ditulis menggunakan bahasa Arab yang fasih. Mulai dari Taṣrīḥ al-‘Ibārāt Syarḥ Natījah al-Mīqāt, Irsyād al-Ikhwān li Bayān Syurb al-Qahwah wa al-Dukhān, dan tiga karyanya yang sangat tebal, yakni Sirāj al-Ṭālibīn ‘alā Minhāj al-‘Ābidīn, Manāhīj al-Imdād ‘alā Syarḥ Irsyād al-‘Ibād, dan Nūr al-Iḥsān fī Tafsīr al-Qur’ān.

Meski publik telah mengakui akan kealiman Kiai Ihsan, namun secara langsung beliau sama sekali tak pernah menampakkannya kepada siapa pun. Inilah salah satu keistimewaan tabiat yang melekat dalam diri kiai Ihsan.

Tinggalkan Balasan