Pamer Aurat
Substansi aurat adalah aturan pemilik kehidupan (Tuhan) tentang sebagian prinsip yang harus dijaga oleh makhluk-Nya. Dijaga itu bisa ditafsirkan juga dengan ditutupi. Jika seseorang menutupi aurat, itu berarti tidak tergantung kepada benar dan salah, atau baik dan buruk, apalagi indah dan jelek. Kebenaran, kebaikan, dan keindahan itu terletak pada tindakan menutupinya. Bukan objek yang ditutupinya.

Misalkan diambil contoh, payudara wanita itu indah dan menarik jika ditutupi. Sebab itu adalah aurat yang memang indah jika ditutupi. Sebaliknya, jika payudara wanita tidak ditutupi dan diumbar di khalayak umum, maka yang terjadi bukan lagi keindahan, melainkan rasa iba dan menjijikan. Seperti orang gila. Apakah lelaki akan mempunyai syahwat melihat yang demikian? Tidak! Misalkan ada, itu juga termasuk orang gila.
Namun ada juga sesuatu yang jelek dan memang harus ditutupi. Misalkan dubur dan kubul manusia. Intinya adalah manusia harus paham untuk apa, bagaimana, kapan, dan kenapa aurat harus ditutupi. Keindahan dan kejelekan aurat tidak tergantung pada objeknya, melainkan cara pandang manusia tentang kewarasan pikir manusia itu sendiri. Jadi kalau melihat banyak orang yang mengumbar aurat, anggap saja mereka orang gila.
Aurat sebenarnya hanyalah simbol tentang apa yang seharusnya manusia jaga dan tutupi. Bukan hanya batas tubuh, namun lebih kepada kompleksitas ibadah seperti amal saleh, misalnya. Alim itu adalah aurat yang mesti ditutupi. Jangan sampai orang lain tahu. Karena akan menimbulkan rasa atau sikap takabur, sombong, dan lainnya. Jatuhnya nanti ujub.
