Menengok Tradisi Lebaran di Madura

Jadi harus hati-hati, jika sekiranya akan menyebabkan petaka dan musibah hendaknya bermain petasan dihindari. Karena bahayanya lebih basar dari manfaatnya. Tetapi, penulis harus akui bahwa di masa kecil dan remaja juga hobi main petasan. Bisa memproduksi petasan sendiri baik yang meledak di tanah maupun yang terbang dan meledak di angkasa. Namun penulis tidak merekomendasikan bermain bunga api ini karena akan menyebabkan musibah yang sangat besar.

Takbir Keliling

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berikutnya, di Sumenep, Madura, pada malam Lebaran (malam Hari Raya Idul Fitri), masyarakat mengadakan takbir keliling. Kegiatan seperti ini bahkan disokong oleh Bupati Sumenep. Namun untuk tahun ini dan setahun kemarin, karena pandemi Covid-19, kegiatan takbir keliling ditiadakan. Karena rentan terhadap kerumunan yang menjadi sebab terjadinya sebaran virus Corona yang sangat masif.

Meski kita tidak mengadakan takbir keliling, tetapi di masjid-masjid dan musala-musala, dihidupkan malam takbiran. Mereka berbondong-bondong ke masjid atau musala untuk melakukan takbiran secara bersama-bersama. Pada saat naskah artikel ini ditulis, penulis bersama-sama jamaah lainnya sedang melantunkan takbir di masjid Alfalah Sumenep Madura.

Takbiran merupakan amanah syariat. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan puasa dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185). Dalam sebuah hadis disebutkan, “Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir.” (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5621).

Silaturrahmi

Berkunjung ke sanak saudara merupakan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini. Momen di hari Lebaran, bersilaturrahmi termasuk sebuah kebiasaan yang harus kita lestarikan. Sebab, dari hubungan persaudaraan ini kita akan semakin mengikat persatuan dan kesatuan. Sehingga jaminan kehidupan yang harmoni akan semakin baik dan lestari.

Kebiasaan orang Sumenep, Madura, mungkin juga di daerah lainnya adalah berkunjung dari saru rumah ke rumah lainnya. Biasanya, saat berkunjung disuguhi berbagai hidangan untuk sekadar dicicipi. Kemudian berbincang dan bersenda gurau sebagai suatu kerabat yang saling terikat dalam kefamilian.

Tinggalkan Balasan