Mengapa Kitab Kuning Jadi Rujukan Utama Pesantren?

Apabila ada seseorang yang berkeinginan hendak memahami kedua sumber ini tanpa melalui perantara (mengkaji Al-Quran dan Hadis secara langsung), mustahil ia dapat memahaminya. Bahkan, bisa terjerumus dalam kesalahan dan kekeliruan.

Pasalnya, isi kandungan keduanya masih bersifat global yang tentu saja memerlukan suatu interpretasi agar mampu menangkap pesan-pesan yang terdapat di dalamnya. Salah satunya adalah dengan mempelajari dan mengikuti isi dari kitab kuning.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kedua, sebagai penopang (instrumen) dalam proses memahami ilmu keagamaan secara mendalam, sehingga mampu merumuskan serta melahirkan penjelasan atau hukum baru yang sangat dinamis dan sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi tidak ahistoris terhadap sumber pokok ajaran Islam; Al-Quran dan Hadis Nabi. Sebab, kitab kuning mencerminkan konstruksi pemikiran yang lahir dan berkembang sepanjang sejarah peradaban Islam.

Dari sini, jelaslah bahwa menjadikan kitab kuning sebagai rujukan primer terutama bagi kalangan pesantren bukan berarti mengabaikan kedua sumber pokok ajaran Islam (sebagaimana yang kerap dilontarkan oleh kelompok Wahabi dalam setiap kesempatan), justru pada hakikatnya lebih mengamalkan terhadap ajaran keduanya.

Demikianlah, alasan memilih kitab kuning yang bisa diulas dalam tulisan pendek ini. Dan, tentu argumen ini juga tak dapat mewakili alasan pesantren menjadikan kitab kuning sebagai rujukan utamanya. Kritik dan saran sangat diperlukan dalam tulisan ini. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan