Mengenal Nyai Zahroh binti KH Abdus Shomad

Ibarat pepatah, “Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.” Demikian juga dengan Nyai Zahroh. Sebagai orang yang terlahir dari keluarga terhormat dan sangat disegani oleh masyarakat Arjasa Laok-Duko Laok, tentu saja, laku hidup beserta kepribadian yang dimilikinya tak akan jauh dari kepribadian keluarganya.

Di antara kepribadian Nyai Zahroh tersebut: Pertama, gemar mendatangi rumah para cucu dan cicitnya sekadar untuk memastikan kesehatan mereka. Saking sayangnya, tak jarang Nyai Zahroh bermalam di salah satu rumah cucu dan cicitnya, dan bahkan dijadwal agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial dari masing-masing mereka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut ibu saya, kecintaannya terhadap cucu dan cicitnya melebihi segalanya. Ia rela mengorbankan diri demi mereka. Ketika saya masih kecil, sementara ibu saya disibukkan dengan aktivitas pertanian, maka Nyai Zahroh-lah yang mengasuh saya kendati ia juga bertani.

Bagi sebagian orang, hal ihwal mungkin dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja. Tetapi bagi saya, sangat luar biasa. Mengapa demikian, selain kebiasaan tersebut melekat hingga usianya sepuh, juga jarang orang melakukan. Lazimnya, para cucu dan cicit yang mesti mendatangi rumah Mek Nyai. Berbeda dengan Mek Nyai, menurutnya, ia tak mau merepotkan mereka. Lebih baik mendatangi daripada didatangi.

Tinggalkan Balasan