Mengenang Ayahnda Hasan Basri Lubis, Penyair Ulung dari Purba Baru

Merdu Bersyair

Ada satu hal yang begitu menonjol dari Ayah Hasan, yaitu suaranya yang begitu merdu. Ayah Hasan begitu mahir melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lantunan yang menenangkan hati. Suaranya yang begitu lembut namun tegas selalu saja membuat terkesima, betah berlama-lama mendengar mata pelajaran Mustholah Hadits yang diampunya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam mengajarkan Mustholah Hadits, Ayah Hasan kerap melantunkan dalil-dalil Al-Qur’an atau contoh hadis dengan lantunan yang indah. Terkadang ia melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadis sambil menggoyangkan kepalanya, membuat kami tersenyum atau mengikutinya melantunkan apa yang sedang dibacanya.

Ayah Hasan memang pandai tilawah. Beliau adalah juri setiap kali kami MTQ dan menjadi pelatih para qari` yang akan dikirimkan ke MTQ tingkat kabupaten atau provinsi.

Selain pandai tilawah, beliau juga ahli dalam melantunkan syair dan pantun. Syair-syair indah dan lucu selalu menyertai setiap jam pelajaran yang diampunya. Apalagi jika sudah jam akhir pelajaran, sembilan puluh persen dapat dipastikan bahwa beliau akan menutup pelajaran dengan syair-syair yang indah dan terkadang juga lucu.

Syair-syair tersebut mengalir begitu saja dari mulutnya yang mulia itu, seolah-olah kata-kata adalah teman bermainnya setiap hari sehingga ia tidak perlu berpikir keras demi menciptakan syair. Syair-syair yang dilantunkannya sangat beragam. Terkadang ia bercanda dengan syairnya, terkadang ia menasihati kami dengan syairnya. Dulu, kami pernah diperlihatkan kumpulan syair yang ditulisnya. Tapi itu hanya sebagian kecil. Kebanyakan syairnya tidak tertulis karena dilantunkan secara spontan.

Khutba yang Lugas

Tinggalkan Balasan