Mengenang Ayahnda Hasan Basri Lubis, Penyair Ulung dari Purba Baru

Hal lain yang begitu saya ingat dari Ayah Hasan adalah khutbahnya yang singkat dan lugas. Ayah Hasan adalah guru favorit para santri ketika ia bertugas pada salat Jumat. Selain karena suaranya yang begitu merdu ketika mengimami, khutbahnya yang singkat begitu disukai oleh para santri.

Ayah Hasan tidak hanya menyampaikan khutbah secara singkat, tetapi, ia juga menyampaikan secara lugas dan tegas. Tidak banyak penyimpangan pembahasan di dalam khutbahnya. Jika membahas tipikal iman menurut Al Ghazali, maka ia hanya membahas iman menurut Al Ghazali saja, tidak berbelok ke yang lain atau pembahasan lain. Tidak neko-neko. Straight to the point.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Begitu Tawadu

Selain gemar bersyair, bersuara merdu, dan lugas serta tegas ketika khutbah Jumat, yang saya ingat dari Ayah Hasan adalah ketawaduannya yang patut dicontoh. Ayah Hasan merupakan guru yang hampir tidak pernah marah. Saya tidak mengingatnya apakah ia pernah memarahi kami atau tidak. Ia tidak marah jika ada santri yang bersikap kurang sopan kepadanya.

Ia mengajarkan kami bahwa seorang guru tidak sepatutnya mengharapkan penghormatan berlebih dari muridnya. Seorang guru harus jauh dari sifat sombong dan congkak agar menjadi contoh yang baik untuk santri.

Ayah Hasan tidak hanya menyampakan nasihat dengan kata-kata, tetapi juga dengan memberi contoh langsung kepada kami. Ia tidak gila hormat sehingga kami harus berlebihan dalam menghormatinya. Kalau berpapasan di seberang jalan, kami cukup dengan mengucapkan salam tanpa harus menghampiri dan mencium tangannya. Bahkan terkadang Ayah Hasan tidak sungkan berjalan di belakang santri yang tidak menyadari kehadirannya. Baginya hal tersebut adalah biasa. Katanya, “untuk melatih ketawaduan”.

Kemarin, tepat pada Rabu, 2 Oktober 2024 sekitar pukul 20.00 malam di rumahnya, di Purba Baru, Ayah Hasan Basri Lubis wafat pada usianya yang ke-75. Ketika saya mendengar kabar ini, seketika memori lama menyeruak kembali bersama air mata yang tidak terbendung membasahi mata.

Tinggalkan Balasan