Mengkonstruksi Keilmuan dengan Wajah Lokal

Kita dapat melihat bagaimana relasi kausalitas antara kerangka teoretis dengan relevansinya secara praksis dalam dinamika sosial. Metodologi rekonstruksi keilmuan melalui kelokalan dengan demikian mungkin bisa diinternalisasi dari metode Islam dalam merespons permasalahan tradisi (‘urf) yang terjadi di tengah masyarakat. ‘Urf sebagai salah satu sumber ajaran dalam Islam berimplikasi pada univesalitas sosial secara terbuka. Bahkan secara historitas kita akan mengatakan bahwa keberadaan Islam merupakan bentuk komparasi kebudayaan terhadap budaya jahiliyah di masa lalu. Sehingga Islam hadir merestorasi kebudayaan Arab yang dipandang sudah tidak relevan dengan hakikat manusiawi melalui ajaran-ajarannya.

Namun reinterpretasi lebih lanjut mengejar kerelevansian agar diterima dalam ruang geopolitik tidak serta-merta dapat dilakukan. Dalam hal ini yang perlu menjadi patokannya adalah adanya maslahah atau kemanfaatan yang akan diperoleh jika hal demikian dilakukan. Dalam usaha mengkualifikasi “Filsafat Indonesia” yang menjadi polemik misalnya, dalam hal ini, harus ada pandangan potensial untuk kembali melacak nilai historis dan filosofis dari kebiasaan terdahulu yang tertuang dalam tradisi, rumah adat, hukum adat, makanan tradisional, atau tatanan sosio-moral masyarakat. Relavansi yang dikejar harus berpotensi memberikan kontribusi kontemporer bagi permasalahan saat ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Semangat konstruktif keilmuan berbasis kelokalan seperti demikian sudah layaknya mulai diagendakan. Kita yang merupakan masyarakat heterogen dengan segudang perbedaan yang maknawi cukup memiliki sanad keilmuan dan nilai filosofis yang jelas sebagai pijakan peradaban berbangsa saat ini (atau juga, bahkan) memberikan resolusi kontemporer dalam kancah internasional. Sebagai bingkai maknawi, terdapat patokan nilai dan etik-moral dengan renungan reflektif untuk kehidupan saat ini. Demikianlah konsep keilmuan di mana penafsiran lebih lanjut akan selalu terjadi ketika ilmu sudah melampaui zaman dan menembus sekat ruang.

Tinggalkan Balasan