Mengudar Belenggu Nalar Muslim

Selain itu, banyaknya umat Muslim yang masih bersikap konservatif terhadap ajaran Islam. Padahal, ada banyak pemahaman atau hukum Islam yang sudah tidak lagi relevan digunakan saat ini. Misalnya, dalam pelaksanaan pemotongan tangan pencuri yang dalam beberapa negara sudah tidak menerapkan hukuman tersebut. Dan kita seharusnya terlebih dahulu memberantas kemiskinan, sehingga tidak seorang miskin pun yang terpaksa mencuri (hlm. 123). Artinya, tidak sepenuhnya sebuah kesalahan dan konsekuensi hukumnya dilimpahkan kepada pelaku, tapi ada latar belakang mengapa seseorang itu melakukannya.

Pemikiran-pemikiran seperti itu yang banyak dijelaskan dalam buku ini, yang sangat penting dibaca oleh umat Muslim kontemporer. Apa yang selama ini tabu untuk dibahas bahkan ditakuti, Mustafa Akyol dengan berani menghadirkan pemikir dan filsuf kuno, menjelaskan secara jernih inti dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Sehingga Islam terus relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi agama yang menjadi solusi bagi permasalahan umat manusia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hayy Ibn Yaqdhan dan Kemampuan Akal

Buku ini dimulai dengan mengutip kisah fiksi dari novel Ibn Tufail yang menceritakan perjalanan Hayy Ibn Yaqzhan dalam mencari jati dirinya, pengetahuan tentang dunia dan Tuhannya. Di mana ia sejak bayi tidak didampingi oleh ayah dan Ibunya atau manusia lainnya. Tidak  ada yang tahu asal-usul bayi itu. Ia hidup sendirian, menyatu dengan alam dan disusui oleh seekor induk kijang bernama Roe.

Dari kesendiriannya itu ia belajar tentang makna kehidupan, pengetahuan tentang dunia alam, hingga keyakinannya terhadap adanya Sang Pencipta. Dengan melalui penyelidikan secara mandiri itu, Hayy Ibn Yaqzhan semakin bijaksana dan memiliki pengetahuan mendalam tentang banyak hal, yang semuanya itu ditempuh melalui akal, bukan pemahaman maupun doktrin yang diterima dari  orang lain. Semuanya dilakukan melalui penyelidikan dan perenungannya tentang kehidupan.

Tinggalkan Balasan