Menilik Manuver Mazhab Islamis di 2024

Salah seorang pakar, Sirojuddin, selau Direktur Eksekutif SMRC, mengungkapkan bahwa hal itu disebabkan ketokohan dan karisma dari Prabowo yang juga melemah. Kepopulerannya pada pentas 2019 memang tidak bisa disangkal dan ragukan. Sayang, langkah keseleo ditempuh tatkala ia (bersama Sandiaga Uno bahkan) justru memilih untuk merapat dengan barisan koalisi. Sedikit banyak kekecewaan sebagai implikasi tebersit di wajah para pendukungnya dahulu.

Jika hendak meramal gerakan kelompok Islamis pada tahun 2024, kita harus menaruh kacamata fokus pada dua arah. Pertama, kepada Prabowo Subianto dilanjut Anis Baswedan di urutan kedua. Hanya dua tokoh inilah yang mampu menyerap atensi positif dari kelompok Islamis. Apalagi jika benar sinyal Anis bakal bertarung di gelanggang nanti, yang beberapa minggu lalu digadang-gadang bakal dijaring NasDem. Jika keduanya sama-sama berada di gelanggang, ke manakah suara kelompok Islamis?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pertanyaan ini cukup naif—untuk menghindari penggunaan kata mustahil. Sebagaimana diuraikan di atas bahwa elektabilitas Prabowo sedang terjun bebas. Artinya, kita hanya akan menyaksikan bahwa kelompok Islamis kemungkinan berada di kubu Anis. Kita lihat!

Tinggalkan Balasan