Meninjau Ulang Hadis Keutamaan Salat Malam Niṣfu Sya’bān

Setap kali mendekati malam Niṣyfu Sya’bān, sering kali berseliweran di media sosial terkait tata cara salat malam Niṣfu Sya’bān dan keutamaannya, mulai dari penjelasan niat, jumlah rakaat, dan bacaan yang harus dibaca pada masing-masing rakaat.

Tata cara salat malam Niṣfu Sya’bān  yang disampaikan bersumber dari hadis-hadis tertentu. Pertanyaannya, apakah benar hadis tentang tata cara salat malam Niṣfu Sya’bān tercatat sebagai Hadis Sahih? Apakah Nabi Muhammad pernah  mencontohkan tata cara salat malam Niṣfu Sya’bān?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Prof Dr KH Ali Mustafa Ya’qub, dalam bukunya yang berjudul Hadis-Hadis Bermasalah, menjelaskan tentang status hadis tata cara salat malam Nisyfu Sya’ban yang berbunyi sebagai berikut:

مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثْنَتَىْ عَشَرَ رَكْعَةً يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ثَلاَثِيْنَ مَرَّةً، لَمْ يَخْرُجْ حَتَّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَ يَشْفَعَ فِى عَشْرَةٍ مِنْ أَهْلِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ .

Artinya: “Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Niṣfu Sya’bān sebanyak dua belas rakaat, dan dalam setiap rakaat membaca QS. al-Ikhlās “Qul huwallahu ahad” sebanyak tiga puluh kali, maka ia tidak akan mati kecuali sudah melihat tempat tinggalnya di surga, dan ia akan memberi syafaat (pertolongan) kepada sepuluh anggota keluarganya yang telah ditetapkan untuk masuk neraka.”

Tinggalkan Balasan