Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan bahwa hadis tersebut adalah mauḍū’ (palsu), sebagaimana yang ia kutip dari kitab al- Lā’alī al-Maṣnū’ah fi al-Ahādīṡ al-Mauḍū’ah karya Imam al-Ṣuyūṭī.
Imam al-Ṣuyūṭī berpendapat bahwa status kepalsuan hadis tersebut karena sanadnya terdiri dari rawi-rawi yang majhūl (tidak diketahui identitasnya) dan diriwiyatkan oleh Baqiyyah dan Laiṡ. Baqiyyah dan Laiṡ merupakan perawi yang sangat lemah hadisnya.

Penulis buku ini juga menambahkan bahwa pentingnya memilah-milah hadis yang dapat dijadikan dalil dan hadis yang harus ditinggalkan.
Buku yang berjudul Hadis-Hadis Bermasalah ini merupakan karya Ali Mustafa Ya’qub yang dilatarbelakangi oleh munculnya kegelisahan dari masyarakat terkait hadis-hadis yang sudah terkenal di masyarakat dan hadis yang dijadikan dalil untuk beribadah.
Kemudian, penulis berinisiatif untuk menulis buku dengan metode ilmiah dan mudah dipahami masyarakat tanpa harus mengalami kesulitan dalam memahaminya atau sampai mengernyitkan dahi sebagaimana yang ia sampaikan di pendahuluan bukunya.
