MENJELANG SUBUH YANG SUNYI

MENJELANG SUBUH YANG SUNYI 

pada petang yang menyita sunyi
ringkih duka lalu melintas kembali dan ungkap
melalui lagu-lagu tahajjud di hati sajadah
sementara semesta memilih jalanku yang meski menyiksa kebebasan
kota yang akan bertandang warna
kusut milik para jalang
tikamku adalah cermin hatimu
tanpa mencederai kawan lain
di tubuh moksa
yang seharusnya membatin kuning cerlang di mata kita.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

kini, subuh berhari-hari kucarik sajadah
sebagai munajat cintaku pada tahun sekali
untuk mempersunting pahala
dengan bibir demam
abjad yang terpampang mengamini nyata kepala
lewat dauh Abuya

Abuya, tarawih malam itu
Abuya, dan tahajjud hari itu

akhirnya, guguran daun memilihmu terbang mendekat.

Telang indah, 2024.

LAMUNAN MALAM

tabuh itu

bisa melawan kantuk dan pahala syukur itu nikmatnya bertengger riuh mewarnai kehidupan luas

peringai anak itu tumbuh kembang menuju guru ngaji

dan mereka berbondong-bondong mengikutinya

semua berucap kasih telah dipertemukan,

sedetik saja

aku ingin menangis karena telah bersua kembali bulan jagat berkah

“barangkali inilah tuhan menghadiahkan sebuah jalan sebelum pulang”

Tinggalkan Balasan