Telang indah, 2024.
RINDU DAN WAKTU

barangkali waktu lesat itu
adalah ibu menunggu kehadiranku
di balik nasi jagung menguning,
kuah daun kelor serupa rinduku padanya
ia meramunya selesai sholat ashar digelar
mak, biarpun aku mencebur di dalamnya, rindu terhunus satu-satu
; betapa pekatnya kehidupan di sana
biarpun aku menyatu dengan alam warnanya, karena aku yakin rasanya pasti berbeda
hanya doa segala tertinggal
kita bisa saja menghentikan rindu ini selesai
tapi waktu, ingin selalu bersamamu
kukira hanya jeda dari sebuah perjalananku dan kalian
mak, salahkah rasa ini tak terkendalikan
