Ia juga menyampaikan tiga hal yang menjadi titik tekan jejaring duniasantri.“Jejaring duniasantri menitikberatkan kepada tiga hal, yaitu pengembangan literasi, pengembangan keahlian baik soft maupun hard, dan pengembangan kemandirian ekonomi santri,” tuturnya.
Tidak lupa, ia juga berharap agar santri tidak merasa minder. Santri tidak merasa ketinggalan. Dan santri harus berperan.

Sementara itu, Mewakili Rektor Universitas Indonesia (UI), Direktur Kemahasiswaan UI Badrul Munir PhD memberi apresiasi secara khusus atas terselenggaranya acara Monolog Negeri Sarung.
“Sarung adalah sesuatu yang simpel, namun punya banyak makna. Makna atau fungsi yang utama adalah sebagai pakaian, kemudian lambang budaya dan simbol simplisitas kemudahan. Kita semua ingin menjadi seperti sarung yang universal, mudah dipakai oleh banyak kalangan,” ujarnya.
Makna sarung juga disinggung pula oleh Rachmat Gobel. Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, sarung sebagai makna kebersamaan dan persatuan. Ia berpesan agar kita meniru semangat sarung dalam membangun kebersamaan dan membangun persatuan.
