Apakah menulis, menjadi penulis, hari ini terlihat begitu kuno? Usang? Ketinggalan zaman?
Sepertinya iya. Hari ini, orang lebih gandrung menjadi content creator, youtuber, tiktoker –selain terlihat lebih keren, bisa cepat populer, juga lebih cuan.

Ada yang salah? Jelas tidak. Tapi yang perlu diingat, seluruh instrumen dan media yang digunakan oleh para content creator, youtuber, atau tiktoker itu merupakan produk dari masyarakat yang membaca dan menulis. Masyarakat yang sudah selesai dengan tradisi membaca dan menulisnya. Masyarakat yang memiliki tradisi literasi tinggi.
Tidak mungkin lahir teknologi informasi digital, era digital hari ini, tanpa didahului oleh perkembangan budaya membaca dan menulis dari suatu masyarakat manusia. Di pusat-pusat perkembangan budaya baca tulis mencapai puncak kematangan, di situlah lahir produk-produk teknologi, termasuk teknologi informasi digital.
Bagaimana dengan masyarakat yang belum selesai dengan budaya baca tulisnya? Yang paling mungkin adalah menjadi pasarnya, penggunanya, termasuk masyarakat yang gandrung menjadi content creator.
