Berilah Pelukan, Bukan Petuah

Di sudut warung kopi, seorang pemuda bercerita tentang betapa berat hidupnya. “Aku lelah,” bisiknya.

Dan inilah jawaban yang ia terima? “Makanya, salatnya dijaga, biar hidupmu lebih tenang”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di ruang obrolan keluarga, seorang ibu mengaku sering menangis sendirian. “Galau melulu, ibadahnya kurang khusyuk kali ya?” ujar saudaranya sambil tersenyum simpul.

Di Indonesia, di mana agama menyatu dengan denyut nadi budaya, depresi dan kegalauan sering disempitkan jadi soal “iman kurang tebal”. Seolah sedih adalah aib yang harus disembunyikan, atau lebih parah: dosa yang pantas dihakimi.

Tapi tahukah kita, Nabi Muhammad ﷺ—manusia termulia yang dijamin surga—pernah duduk berselimut duka, menangis kehilangan Khadijah, istri yang setia menemani awal perjuangannya? Atau saat Abu Thalib, pamannya yang melindungi, meninggal hingga musuh-musuhnya semakin leluasa melemparinya batu?

Tinggalkan Balasan