Menyingkap Realitas Kedua Manusia Kekinian

Secara faktual memang benar, jika dikatakan ada pembengkokan orientasi ketika media sosial ini menguasai. Membaca buku tidak hanya sekadar membaca buku. Ada sesuatu di balik itu semua, kendati sesuatu tersebut hanyalah semu belaka. Perlu dicatat, hal ini tidak lantas menjadikan membaca buku sebagai sesuatu yang buruk, sama sekali tidak. Namun, penulis mencoba untuk menilik bagaimana pergeseran orientasi yang terjadi ketika semua harus terekspos ke media sosial. Di saat yang bersamaan ia mencoba mempertanyakan bagaimana seandainya tidak ada media sosial. Apakah hasrat membaca akan meletup-letup tanpa ada medium untuk memamerkan setelahnya? Ini pertanyaan serius dan menjengkelkan. Menjengkelkannya musbab Iqbal sendiri sudah tahu(atau mengira-ngira?) jawabannya.

Dan implikasi paling besar dari dunia digital tidak lain adalah hilangnya kecerdasan dan potensi alamiah dalam diri manusia. Ketika teknologi berkembang kian lesatnya, kemampuan alami kita pelan-pelan raib. Barangkali ingatan tentang arah jalan dan kelokan serta gang-gang sempit sudah mulai habis. Walaupun tidak nyaris habis terkikis, tetapi nyaris sepenuhnya dipasrahkan pada fitur Google Maps. Tidak ada yang salah, tetapi potensi dan bakat alami mengingat nama jalan dan bentuk lika-likunya mulai tergantikan. Tidakkah kita khawatir bahwa suatu saat justru otak dan kemampuan kita tidak lagi dibutuhkan?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terakhir, pada era realitas yang kedua ini, siapapun berhak membangun panggung sendiri-sendiri. Semua bebas bereskpresi, yang sekali lagi saya katakan, dalam Iqbal disebut demokratisasi wacana. Setiap yang terlahir ke dunia berhak membangun panggungnya masing-masing. Tergantung sejauh mana kreativitas dan kemauan untuk membangun panggung tersebut. Sejujurnya, klimaks dari ini semua adalah satu: kita tidak boleh mendudukkan dunia maya sebagai realitas kedua. Kita harus meningkap itu dan menjadikannya sebagai realitas yang pertama(utama?). Sementara, buku ini mencoba mengajari bagaimana menyingkap yang tak terkatakan di dunia yang selama ini diletakkan sebagai realitas kedua.

Data Buku

Judul: Sapiens di Ujung Tanduk
Penulis: Iqbal Aji Daryono
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun: 2022
ISBN: 978-6-2-291-897-4

Tinggalkan Balasan