AKU MENYULAM
Di depan mataku
Jarum, benang, serta seperangkat alat menyulam, teduh
Tak lupa sehelai kain Kerinduan
bakal menjadi alas menghabiskan keresahan

kedua tanganku terhampar lebar
kain mengambang penuh debar
tangan kananku mulai menjelajahi kenangan
yang lahir dari puisi Tuhan yang karam
sangat hati-hati jarum kuajak Jalan
biar tak melukai rahim kata pada tumpukan harapan
tengah malam aku menyulam
berteman Kesunyian dan ribuan awan memandang
benang-benang kusekap dalam kerangka hidup
agar penuh takdir labuh dalam degup
sepanjang kurangkai bordir pada kain
Semoga keteduhan menjadi mungkin

👍👍