Menyusuri Jejak Sejarah Colosseum dan Romana Forum

Colosseum merupakan gedung tempat digelarnya berbagai macam jenis pertunjukan, termasuk pertarungan gladiator; pertarungan antara manusia dengan hewan; simulasi pertempuran laut yang disajikan dalam bentuk drama kolosal.

Selain untuk menggelar pertunjukan dan pertandingan gladiator, Colosseum juga sering menjadi tempat eksekusi terbuka untuk para terpidana. Eksekusi dilakukan dengan cara melapas terpidana di tengah gelanggang yang ada binatang buas lapar, sehingga binatang buas tersebut akan memakan terpidana.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Para kaisar biasanya menyelenggarakan pertunjukan di Colosseum saat merayakan kemenangan dalam pertempuran. Salah satu yang paling terkenal adalah perayaan Trajan, yaitu perayaan atas kemenangan di Dacia pada tahun 107 Masehi. Perayaan ini berlangsung selama 123 hari dan melibatkan lebih dari 10.000 gladiator dan 11.000 hewan.

Permainan lain yang digelar di Colosseum adalah “munera”. Permainan ini pada mulanya adalah upacara keagamaan yang dilakukan secara pribadi (individu). Namun dalam perkembangannya, kegiatan ini menjadi ajang adu gengsi dan unjuk kekuasaan keluarga para pangeran. Lama-lama menjadi arena politik karena orang-orang Romawi dari kelas aristokrat mengorganisasi permainan ini untuk mendapat dukungan dari rakyat jelata.

Pada masa kejayaannya, Colosseum ini bisa menampung 50.000 penonton. Semua penonton dapat terlindungi dari sinar matahari oleh tenda besar yang disebut velarium. Tenda ini bisa dibuka dan ditutup secara manual. Untuk membuka dan menutup tenda velarium dilakukan oleh ratusan pelaut Romawi yang bekerja dari corbels di bagian atas Colosseum.

Setelah keruntuhan kekaisaran Romawi Barat, pada abad pertengahan, Colosseum mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi, petir, vandalisme, dan polusi. Selama lebih dari satu milenium bangunan ini dianggap sebagai tambang batu, sehingga semua kursi marmer dan elemen dekoratif lainnya hilang.

Pada abad ke-19 mulai dilakukan upaya serius pelestarian Colosseum, dipelopori oleh Pius VIII. Selanjutnya, pada tahun 1990 proyek restorasi dilakukan secara besar-besaran. Saat ini Colosseum menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah Italia dari sektor pariwisata. Pada tahun 2018, Colosseum bersama dengan kawasan Roma Forum dan Palatine Hill berhasil memasukkan pendapatan lebih $ 63,3 juta.

Suhu udara di Roma berkisar antara 8-10 derajat dengan sinar Matahari cerah membuat suasana siang itu sangat nyaman untuk jalan-jalan. Kami berjalan mengelilingi sisi luar Colosseum sambil menikmati udara segar di sela-sela ribuan pengunjung lain. Karena masih dalam restorasi, banyak lubang dan ruang yang ditutup. Para anggota Ganjur berpencar mencari posisi yang tepat untuk berfoto dan membuat video dari HP masing-masing.

Tinggalkan Balasan