DI KALIGUA
Suatu saat
Entah pada putaran kalender yang ke berapa
Takkan rela hatiku biarkan engkau mengelilingi kebun teh sendirian
Meniti bukit-bukit yang ditinggalkan bulan

Kita akan bersepeda sepanjang jalan menuju pulang
Melintasi telaga di dingin pegunungan
Dan hutan
Dan burung-burung yang meracau di ketinggian
Akan kita hitung satu-satu
Sebagai rencana melunasi temu
Ya ya
Lalu di sebuah taman yang disesaki bunga
Aku dengan kau mesti menulis sajak romansa
Mengenang Jane Eyre
Atau mengingat Sasshina
Sebelum akhirnya mengubur jasad di kafan yang sama
Di antara larik-lariknya yang sederhana.
Giliyang, 2021.
