LARUT MALAM
Kau hisap kretekmu dalam-dalam
Seolah abai pada gigil yang melumpuhkan

Kau rasakan darahmu mengalir bagai aliran sungai
Melewati bukit, hutan, dan perkampungan
Begitu hampa
Kau menoleh ke kiri dan ke kanan
Menahkikkan arah
Memastikan tak salah tujuan
Lagi-lagi kau sesap kretekmu sambil terpejam
Di dalam pejam
Kau melihat langit dengan kerangka bintang yang rumit
Ada kerlip kunang
Berlarian di antara kepingan sakit
Giliyang, 2020.
