Sementara itu, Ra Nunung, Ketua Yayasan Annuqayah, dalam acara yang sama, juga berharap kepada para alumni dan santri aktif untuk bersikap jujur dalam menjalankan aktivitas. “Menjaga suasana tetap kondusif dengan cara menyaring informasi yang ada,” begitu Ra Nunung menjelaskan. Lebih khusus Beliau menyampaikan untuk menggarap skripsi/tesis dengan cara legal tanpa adanya dusta dan kepalsuan.
Santri merupakan sosok yang digadang-gadang oleh masyarakat sebagai orang yang dijadikan teladan. Oleh karena itu, karakter santri harus menjadi ciri khas yang memberikan kontribusi positif bagi khalayak. Jangan sampai seorang santri berbuat nir-etik dan menabrak kaidah sosial kemasyarakatan dan apalagi keagamaan. Santri harus memiliki legitimasi etik agar nilai kepesantrenan tidak terkebiri oleh polah santri yang tidak bertanggung jawab.

Santri adalah generasi religius. Generasi yang akan membawa kondisi kehidupan ke masa yang lebih dekat kepada al-Khalik. Generasi takwa, membangun akhlakul karimah di tengah-tengah masyarakat. Mestinya, seorang santri harus memberikan warna ilahiyah dan berharkat serta bermartabat. Sebab keberadaan santri menjadi barometer di dalam berkehidupan sosial.
Santri, Idealisme, dan Pendidikan
Santri mempunyai peranan yang penting dalam dunia pendidikan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, merupakan lembaga tradisional yang memberikan kontribusi signifikan dalam kancah kemajuan pendidikan. Sekarang, tidak sedikit lembaga pesantren yang telah membangun manajemen modern. Ikut serta dalam kemajuan teknologi sehingga eksistensi pesantren tidak dapat dipandang sebelah mata.
Tidak sedikit orang-orang dengan idealisme tinggi lahir dari pondok pesantren. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa santri, pesantren, dan idealisme mempunyai hubungan yang erat dalam membangun pendidikan yang berkemajuan. Pesantren dengan segala keterbatasannya sangat berperan aktif di dunia pendidikan. Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gusdur (alm) adalah mantan presiden yang berasal dari kalangan santri dan memimpin sebuah lembaga pesantren.
