Dan kitab itu terus terbuka,
menunggu siapa saja
yang segera & sedang
menggali makna.
damparalit, 2024.

JENDELA PESANTREN
Lewat jendela pesantren,
aku melihat gunung melipat kabut,
sawah menyulam hijau,
dan burung-burung yang tak peduli
pada kabel listrik yang merintangi jalan.
Dunia terasa sederhana di sini,
tak seperti layar-layar kaca
yang menjejalkan berita,
iklan, dan kepalsuan.
Di luar, manusia membangun tembok,
tebal perkasa membentuk jarak.
Sementara di sini,
kami belajar membuka pintu,
menyambut siapa saja
yang ingin pulang
kepada dirinya sendiri.
damparalit, 2024.
FAJAR PECAH DI KAKI BUKIT
ketika fajar pecah di kaki bukit,
terdengar lantunan azan
dari masjid-masjid perkampungan.
subuh memar didekap anak-anak
berbaju lusuh, yang baru saja terbangun
dari tidur yang sebentar.
barangkali, beberapa menit setelahnya,
tubuhnya dipaksa perkasa
menerima segala apa yang tertera
pada detak takdir, pada daya & upaya
