Namun, hingga detik-detik pameran lukisan tokoh dan sarung memorabilia akan dimulai pada 22 Agustus 2022, belum ada kabar soal sarung Mbah Moen. Mungkin, Gus Yasin terlupa karena kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dan, benar saja, ketika Kang Zastrouw kembali menghubunginya, Gus Yakin mengaku lupa. “Oke, saya paketkan sekarang juga,” kata Gus Yasin.
“Wah, kalau dipaketkan bisa telat, Gus,” ujar Kang Zastrouw.

“Ya kalau begitu saya kirim lewat utusan,” sahut Gus Yakin.
Akhirnya, Gus Yasin mengirim seorang utusan dari Semarang ke Depok, Jawa Barat, hanya untuk mengantarkan sarungnya Mbah Moen. Dan kita tahu, berkat “jalan santri” itu, akhirnya lukisan Mbah Moen dan sarungnya ikut dipamerkan. Tak hanya itu, hari itu, Gus Yasin, yang seorang Wakil Gubernur Jawa Tengah, sengaja datang ke kampus Universitas Indonesia di Depok, untuk memberikan dukungannya.
Kehadiran KH Marsudi Syuhud, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang begitu dini di tempat pertunjukan menjadi dukungan tersendiri bagi kami. Membuncahkan optimisme kami di pagi itu. Kiai Marsudi adalah tokoh pertama yang tiba di lokasi. Saya menyambut kedatangannya sekira pukul 9.15 WIB. Kiai Marsudi adalah tokoh pertama yang memasuki instalasi Rumah Sarung, dan berfoto-foto di dalamnya. Kiai Marsudi pula yang berkabar kepada Kiai Said, agar Kiai Said segera menyusulnya. Bagi kami, itu merupakan dukungan tak ternilai.
Begitulah, acara jejaring duniasantri yang berpuncak pada pertunjukan Monolog “Negeri Sarung” pada Sabtu, 27 Agustus 2022 itu akhirnya berjalan sukses dan memiliki gema yang luar biasa, tak lain adalah berkat dukungan begitu banyak orang, begitu banyak kalangan, termasuk dari tokoh-tokoh yang menjadi panutan kaum santri. Hingga kami merasa, semua mencintai duniasantri.

Alhamdulillah MasyaAllah Tabarakallah semoga perjuangan dari semua elemen yang membesarkan dunia santri menjadi wasilah yang mengundang kebaikan. Serta menjadi media untuk mengenal kan eksistensi kaum sarungan ke seluruh dunia Aamiin. Jaya selalu dunia santri