dunia metaverse untuk pesantren dan santri

Metaverse dan Masa Depan Pesantren

Dengan demikian, sebagai seorang santri, kita haruslah dapat beradaptasi dan melakukan terobosan-terobosan baru untuk menghadapi perubahan ini. Santri dituntut memiliki intelektualitas yang luas yang bisa menggabungkan sisi kehidupan dunia dan akhirat.

Mengutip dari gagasan Daulay, idealnya pesantren harus memberikan “3H” untuk santri, yaitu (1) Head (kepala), maksudnya adalah mengajarkan santri dengan ilmu pengetahuan yang beragam, selain pengetahuan tentang agama; (2) Heart (hati), artinya adalah menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada santri: dan (3) Hand (tangan), artinya adalah memberikan skill/kemampuan kepada santri untuk bekerja.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dihadapkan dengan kemajuan teknologi yang terus berevolusi, seorang santri harus tetap dapat mengahadapi tantangan-tantangan ini dengan prokdutivitas dan passion masing-masing. Selain produktif dalam hal spiritual, santri juga diharapkan dapat produktif dalam bidang lainnya, seperti dalam bidang teknologi, literasi, dan kewirusahaan.

Referensi:

  • Corey Bridges, dkk. Metverse Roadmap Pathways to the 3D Web, a Cross-Industry Public Foresight Project.
  • Casey Newton, Mark in The Metaverse: Facebook’s CEO on Why the Social Network is Becoming ‘a Metaverse Company. com.
  • Metverse. en.wikipedia.org.

Sumber Gambar: freepik.com

Tinggalkan Balasan