Miftahul Huda, Pesantren Pertama Peraih ISO 900:2008

Masjid tersebut diberi nama Masjid Karmal Majid, diambil dari gabungan nama Karmanom dan Kiai Abdul Madjid. Di masjid di tengah rawa-rawa itulah pada mulanya Kiai Abdul Madjid mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat setempat.Di situ pula, ketika jumlah santri yang mengaji makin banyak, Kiai Abdul Madjid mendirikan pondok pesantren yang dikenal dengan Pesantren Cigaru.

Ketika kondisi KH Abdul Majid makin tua, estafet kepemimpinan diserahkan kepada putra menantunya, KH Sufyan Tsauri. Di bawah kepemimpinan sang putra menantu, dalam waktu relatif singkat, Pesantren Cigaru makin berkembang. Ribuan santri berdatangan dari segenap pelosok Tanah Air, bahkan ada yang dari Singapura dan Malaysia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada masa ini Pesantren Cigaru boleh dikatakan merupakan sumber ilmu pengetahuan agama Islam untuk wilayah Cilacap dan Banyumas barat. Sosok KH Sufyan Tsauri, di samping sebagai ulama yang memiliki pandangan luas, dia juga seorang tokoh yang mampu membaca aspirasi masyarakat. Setelah wafatnya KH Sufyan Tsauri, sekitar tahun 1950-an, keadaan pesantren semakin hari semakin mundur.

Pesantren itu boleh dikatakan lenyap dari peredaran. Masa itu sungguh merupakan lembaran hitam yang cukup menyedihkan. Keadaan mulai berubah setelah situasi negara kembali normal. Pada 1963, atas prakarsa Kiai Salamun, juga menantu KH Abdul Majid dan kiai Muhammad Djarir sebagai putra sulung dari KH Sufyan Tsauri, mengumpulkan puing-puing reruntuhan Pondok Cigaru untuk ditegakkan kembali.

One Reply to “Miftahul Huda, Pesantren Pertama Peraih ISO 900:2008”

Tinggalkan Balasan