Milad ke-43 Pesantren Nurul Huda Sukabumi

Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi, Jawa Barat, menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam sekaligus memperingati miladnya yang ke-43.

Rangkaian Gebyar Milad ke-43 telah dimulai sejak Mei 2026 dan puncaknya pada Kamis, 24 Juni 2026. Selama periode ini, para santri disibukkan dengan berbagai kegiatan musabaqah atau perlombaan antar santri. Perlombaan yang digelar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur sekaligus mengasah kemampuan santri terhadap ilmu yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berbagai cabang perlombaan diselenggarakan, mulai dari musabaqah hafalan kitab, pidato, qiraatul kutub, bahtsul kutub, selawat, Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga perlombaan-perlombaan lainnya yang berkaitan dengan kemampuan akademik dan keterampilan santri.

Melalui kegiatan ini, para santri didorong untuk terus meningkatkan pemahaman, kemampuan, serta keahlian mereka atas ilmu yang telah diajarkan oleh para asatidz dan asatidzah. Selain itu, musabaqah juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, serta rasa percaya diri dalam menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Kemeriahan milad semakin terasa ketika memasuki tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah. Pada malam pergantian tahun baru Islam itu, para santri bersama masyarakat sekitar mengikuti kegiatan pawai obor yang berlangsung dengan penuh suka cita. Cahaya obor yang menerangi malam menjadi simbol harapan dan semangat dalam menyambut tahun yang baru.

Rangkaian kegiatan terus berlanjut setiap hari dengan berbagai agenda yang melibatkan seluruh elemen pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi. Berbagai kegiatan tersebut di antaranya perlombaan fashion show, kenaikan kelas siswa Taman Kanak-Kanak (TK), kenaikan kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), wisuda Madrasah Aliyah (MA), pentas seni santri, wisuda santri kitab putra dan putri, wisuda santri tahfidz, Festival Sholawat Batch IX, serta kegiatan santunan. Setiap kegiatan memiliki makna tersendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para santri dalam menempuh pendidikan sekaligus sebagai media pengembangan bakat dan potensi yang mereka miliki.

Memasuki malam 10 Muharram, tepatnya pada hari Rabu, 24 Juni 2026, digelar kegiatan istighosah bersama setelah salat Magrib. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dihadiri oleh para santri, keluarga besar pondok pesantren, alumni, serta masyarakat sekitar.

Meski hujan turun membasahi area kegiatan, semangat para peserta tidak surut sedikit pun. Rintik hujan yang turun justru menambah suasana haru dan khidmat. Lantunan zikir, doa, dan munajat kepada Allah SWT menggema sepanjang acara, menciptakan suasana spiritual yang mendalam dan penuh keberkahan.

Setelah kegiatan istigasah selesai dilaksanakan, acara malam 10 Muharram tidak langsung berakhir. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan penghargaan kepada para juara musabaqah antar santri. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas usaha, kerja keras, dan dedikasi para peserta selama mengikuti perlombaan. Sorak bahagia dan rasa bangga tampak menghiasi wajah para santri yang berhasil meraih prestasi, sekaligus menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan mereka di masa mendatang.

Puncak kemeriahan Gebyar Milad ke-43 berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026 yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram. Berbagai agenda besar telah dipersiapkan untuk memeriahkan acara puncak tersebut. Kegiatan diawali dengan pawai drumband yang melibatkan seluruh elemen pondok dan masyarakat.

Pada sore harinya digelar Samen TPQ sebagai bentuk apresiasi terhadap santri-santri TPQ yang telah menyelesaikan tahap pembelajaran tertentu. Kemudian pada malam hari, acara ditutup dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Aby Salma (Arjuna Cianjur) dan Qori Internasional Ustaz Wahyu Andi. Acara ini dihadiri oleh para santri, orang tua santri, alumni, serta masyarakat umum yang ingin turut merasakan keberkahan dan kemeriahan milad pondok.

Mengusung tema “Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan”, Gebyar Milad ke-43 ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial semata. Tema tersebut mengandung pesan mendalam sekaligus harapan besar bagi seluruh santri.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan