Tapi kita tahu, model-model dakwah seperti itu kini tak begitu laku. Yang terlihat banyak jamaahnya adalah dai yang ceramahnya berkobar-kobar, dan dari atas mimbar telunjuknya menuding ke mana-mana. Yang banyak followers-nya adalah pendakwah yang melalui akun media sosialnya menghujat sana-sini, mencaci-maki kelompok-kelompok lain, dan menyalah-nyalahkan agama lain atau mengolok-olok pemeluk agama lain. Ruang publik seperti inilah yang akan terus melahirkan orang-orang semacam Muhammad Kece itu. Dan kita bisa jadi menjadi bagian darinya.
Bagaimana beragama dengan cara tak saling menyakiti sebenarnya pernah dicontohkan oleh Sunan Kudus. Di masa hidupnya, Sunan Kudus melarang kaum muslim menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Alasannya, sapi merupakan hewan yang disucikan oleh pemeluk Hindu karena dipercaya sebagai titisan dewa. Karena itu, jika umat Islam menyembelih sapi sebagai hewan kurban, dikhawatirkan akan menyakiti hati umat Hindu. Maka, Sunan Kudus meminta umat Islam mengganti sapi dengan kerbau sebagai hewan kurban. Warisan Sunan Kudus itu masih berjejak hingga hari ini. Di wilayah Kudus, Jawa Tengah, masih banyak umat Islam yang menyembelih kerbau sebagai hewan kurban.

Bayangkanlah jika Sunan Kudus hidup hari ini, dan anjuran untuk tidak menjadikan sapi sebagai hewan kurban itu dilakukan hari ini dengan alasan yang sama, pasti tokoh Wali Songo itu akan dikafir-kafirkan, akan dicap sebagai antek orang kafir.
Saling menjaga, termasuk menjaga diri, itulah yang alpa dari mimbar dakwah kita hari ini.

Hal senada dengan Sunan Kudus, apa yang dikatakan oleh Ma’ruf Amin saat ini, bahwa bagi yang tidak vaksin haram hukumnya dan masuk neraka. Wah, terkait ini banyak sekali caci maki yang muncul, bahkan orang-orang yang tidak faqih pun, seakan-akan menjelma jadi ahli fiqih yang paling mumpuni. Tetapi, demikianlah kehidupan, selalu ada perbedaan, senantiasa muncul Muhammad Kece, dan selalu lahir seseorang dengan teknik dakwah yang “menuding.”
Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah swt. Aamiin!
Semoga tidak ada lagi orang yang mencaci maki Nabi dan ahlul Baitnya..
Masya Allah…Mumtaz👍