Muharraman di Pondok

Tak terkecuali bagi santri Miftahul Ulum Wonokerto, Dukun, Gresik, apalagi ketika telah masuk pada bulan Muharram. Tradisi desa menganjurkan masyarakatnya untuk menyambut bulan ini dengan suka-cita. Tumpeng dan berbagai macam masakan disiapkan untuk dibagikan dan dimakan bersama-sama. Istilahnya bancakan.

Begitu pun para santri Mitahul Ulum. Ketika masuk pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram, mereka berbondong-bondong untuk mempersiapkan diri menjalankan puasa Tasyuah dan Asyura. Tradisi ini telah diwariskan turun-tenurun dan mengambil referensi dari nukilan kebiasaan para Salafus Shalih. Puncaknya pada malam sepuluh Muharram akan ada mabar (baca: makan bareng) semua santri dan pengurus pondok.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berbicara tentang bulan Muharram. Ada banyak kejadian besar yang mewarnai bulan mulia ini. Dari mulai selamatnya Nabi Musa dari kejaran Firaun, berlabuhnya bahtera Nuh di bukit Zuhdi, juga Nabi Ibrahim yang selamat dari siksaan Namrud. Inilah kiranya yang menjadi alasan mengapa pada bulan tersebut umat Islam menjalankan laku syukur dengan berbagi makanan. Adanya acara mayoran tentu berlandaskan bahwa sedekah itu bisa menolak bala.

Tinggalkan Balasan