Muharraman di Pondok

Tak hanya itu. Di beberapa pesantren besar, sepuluh Muharram adalah hari di mana banyak diselenggarakan acara santunan anak yatim. Beberapa anak yatim didatangkan ke pesantren untuk diajak bergembira, diajak makan bersama, dan disantuni. Kemudian pengasuh dan pengurus pondok satu per satu mengelus kepala anak yatim tersebut dan minta didoakan agar selamat dunia-akhirat.

Santri memang seharusnya memegang prinsip untuk selalu peduli pada sekitar. Tak hanya pandai mengkaji kitab kuning saja, kasih sayang pada sesama harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Memang para santri identik dengan kebiasaan yang sederhana dan suka guyonan. Tapi, mental gotong-royong dan tanggap pada masyarakat adalah juga karakteristik seorang santri. Ini sinergis dengan sunah Kanjeng Nabi. Betapa laku keseharian Nabi Muhammmad adalah samudera nilai dan hikmah. Kesederhanaan dan sikap welas-asih beliau adalah warisan nilai yang harus benar-benar diikuti.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kanjeng Nabi juga dikenal masyarakat arab sebagai pribadi yang murah senyum dan suka guyon dengan anak-anak. Beliau sendiri telah memploklamasikan diri sebagai ayahnya para anak yatim, dan berjanji pada mereka yang mencintai kaum dhuafa dan anak yatim kelak akan dibersamai Nabi di akhirat nanti.

Tinggalkan Balasan