Muhasabah Diri di Tahun Baru Islam

Allah Swt memberikan pelajaran kepada kita di tahun baru Hijriyah ini dengan bermuhasabah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memper -hatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS : Al- Hasyr : 18)

Allah SWT menekankan untuk mencapai kebahagiaan hari esok, akhirat. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa hari esok adalah tahun ini (1447 H) agar lebih baik dari tahun kemarin (1446 H). Sehingga kebahagiaan lahir batin senyampang kita hidup di dunia dapat kita raih.

Akan pentingnya muhasabah ini, Umar bin Khattab pernah bertutur:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا

“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab ( Allah Swt di akhirat) dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi perhitungan yang lebih besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di alam dunia.”

Ali bin Abi Thalib ra juga pernah berkata :

الآن عمل ولا حساب وغدا حساب ولا عمل

“Saat ini ( di alam dunia) tempat kita berbuat (baik atau jahat) tidak ada hisab (pertanggung jawaban kepada Allah di dunia). Dan besok (di alam akhirat) adalah tempat Allah menghisab kita untuk kita mempertanggungjawabkan ( apa yg kita perbuat di alam dunia) dan tidak amal beribadah di hari kiamat ( untuk membela diri kita dari siksa Allah ).”

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda siapa orang yang cerdas itu?

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

“Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT ( untuk masuk surga).”

Itulah catatan kecil terkait dengan Tahun Baru Hijriyah kali ini. Semoga kita semua (di tahun 1447 H) mampu menjalani kehidupan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena kita hidup di dunia ini hanya sebuah jembatan (persinggahan) untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti. Kita terus berharap (doa) kebaikan dan perlindungan dari Allah SWT. Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan