Di tahun berikutnya, semakin jauh dari harapan, karena jumlah santrinya justru berkurang, dan hanya menyisahkan dua orang santri.
Baru di tahun ketiga suasana penuh harapan datang. Sebab, di tahun itu jumlah santri melonjak drastis. Setidaknya ada tiga puluh lima santri yang ingin belajar di Pondok Pesantren Daarul Muqorrobin. Ini menjadi angin segar dengan adanya lonjakan minat anak-anak yang ingin mempelajari ilmu agama.

Dengan perkembangan ini, Daarul Muqorrobin semakin mantap untuk meluaskan jaringannya di daerah Kunciran dan sekitar Kota Tangerang hingga di kota-kota luar daerah seperti, Jakarta, Bogor, Lampung, dan lain-lain. Hingga, di tahun ke tigabelas sejak berdiri, Pondok Pesantren Daarul Muqorrobin memilki jumlah total santri kurang lebih sebanyak 350 santri yang aktif belajar menimba ilmu agama.
Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Daarul Muqorrobin mendapat kepercayaan besar masyarakat dari berbagai daerah. Lokasinya yang berada di tengah kota metropolitan Tangerang dengan danau besar Cipondoh sebagai penghiasnya, Daarul Muqorrobin bertransformasi menjadi pesantren yang siap mencerdaskan akal dan penyempurnaan akhlak melalui metode pembelajaran yang bermutu dan unggul.
Dengan mengintegrasikan keilmuan salafiyyah, pembelajaran modern, dan tahfidz al-Qur’an, Pesantren Daarul Muqorrobin bercita-cita dengan bertujuan mencetak insan yang sukses di dunia maupun akhirat.
