Karena itu, Pondok Pesantren Daarul Muqorrobin juga mendapat perhatian oleh banyak ulama dengan keilmuan yang sangat tinggi, sebut saja Syekh Muhammad Muhyidin (Syekh di University International of Africa Sudan), KH Syukron Ma’mun (Pendiri Pesantren Daarul Rahman), Habib Mutaba bin Syahab, Lora Ismael Amin al-Kholilie, Gus Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, dan KH Ahmad Marwazie al-Batawi al-Makki (Khodim Syekh Yasin al-Fadani). Melalui polesan demi polesan dari para alim ulama, Ponpes Daarul Muqorrobin semakin matang dan siap menjadi lemabaga pendidikan yang terjamin mutunya.

Menjadi saksi selama 6 tahun, saya mengeyam pendidikan di bawah asuhan almrhum Kiai Ma’mun sejak tahun 2012 hingga 2018, kemudian mendapat kesempatan untuk mengabdi hingga 4 tahun lamanya.

Pada awalnya, keberadaan Pondok Pesantren Daarul Muqorrobin menjadi hidden gem di tengah perdesaan Kunciran yang asri meskipun berada di tengah perkotaan Tangerang yang sangat padat penduduk dan ramai. Namun, sekarang telah menjadi salah satu pesantren yang direkomendasikan di Kota Tangerang karena menjadi anak dari Pesantren Daarul Rahman asuhan Kiai Syukron Ma’mun. Mulai tenaga pengajar, kurikulum, metode belajar, hingga pengajian kitab-kitabnya banyak merujuk pada Pesantren Daarul Rahman. Antara Pesantren Daarul Muqorrobin dengan Pesantren Daarul Rahman memang memiliki jalinan yang sangat erat.
Kini, Pesantren Daarul Muqorrobin diasuh oleh anak-anak dari Kiai Ma’mun Syafi’i yang mengambil tongkat estafet kepemimpinan. Mereka meneruskan cita-cita ayahanda dengan terus mensyiarkan dakwah agama melalui lembaga pendidikan yang bermanfaat untuk banyak orang. Semoga ini menjadi ladang amal jariyah Kiai Ma’mun dengan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Aamiin.
