Namun begitu, ia memastikan pelaksanaan Musabaqah Nahu Saraf tetap bisa berjalan lancar dan tidak mengurangi output yang dihasilkan.
Sementara itu, Koordinator sekaligus Pimpinan Pesantren Nurul ummah, Dr H Ahmad Chudori, mengatkan, musabaqah ini merupakan ajang kompetitif bagi santri yang sudah berlangsung selama tiga tahun. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali peserta didik agar mampu membaca kitab. Indikatornya adalah hafal kitab Jurumiyah karya Syaikh Shonhaji dan kitab Amtsilatut Tasrifiyah karya Syaikh Ma’shum bin Ali.

