NASIB KATA-KATA
Bukan tentang ada atau tidaknya kata
Masalahnya aku yang malas untuk membaca

Akh! Mengapa ponselku seakan senja
Yang menginginkanku untuk berdua?!
Dan tentu ia tahu apa yang akan terjadi
Setelah aku berlarut-larut dalam peluknya
Melalui matanya yang tajam, ia perlahan menikam
Dengan sangat kejam dan sedikit mengancam
Sedang aku tak seberuntung orang-orang
Yang tumbuh dan hidup bersama kata-kata
Aku diasuh tangan pembunuh, ia berbahaya
Dan aku sering bertanya
Bagaimana nasib kata-kata di tangan saya?
Jogja, 2022.
SENJA DI TUBUH JOGJA
Di tubuhmu ketenangan menjelma genangan air
Kepul asap rokok membubung ke udara, menumpuk menjadi awan
Bangunan, jalanan, dan persinggahan menjadi puisi yang dinyanyikan
Mendayu-dayu serupa tembang
Mencipta damai, meramu rindu di taman jiwa
