PERJALANAN RINDU
Pada Ibu yang setia menjaga api di tungku
Kurasakan kisah dan kasihmu yang tetap menggebu
Dalam lorong ingatan yang masih utuh
Serta bisikan daarimu untuk terus melaju
Menggapai mimpiku yang tak pernah layu

Lalu, waktu bagai kereta api yang melaju
Usiaku yang terus berpacu bersama waktu
Mengingatkanku pada muara pintu
Kasih seorang Ibu
Sumenep, 2021.
GILA
Hari ini aku gila
Seolah lupa dan tak pernah tahu tentang cinta
Hingga memahat namamu pada air
Bahkan sempat juga kubisikkan pada angin
Aku sama sekali tidak tahu
Bahwa air tidak pernah belajar tentang sejarah
Hingga untuk mengabadikan namamu saja tidak bisa
Apalagi angin yang tak pernah lihai dalam menyimak
Aku benar-benar gila
Hanya karena namamu yang menyelam di laut hatiku
Aku buta perihal air dan angin
Dan tanpa aku sadari pula
Aku tak punya alasan mengapa aku mencintaimu
Sumenep, 2021.
ilustasi: “mengejar rembulan”, lukisan amang rahman jubair.
