Inilah kemudian mengapa Khilafatul Muslimin patut dikatakan inkonsisten dalam misi pergerakan yang dibawanya. Mereka cenderung polaritatif antara wacana oral dan fakta pergerakan di lapangan. Dalam sebuah penelitian (Wachid Ridwan, 2022), mereka mengatakan Khilafatul Muslimin adalah organisasi pergerakan dakwah, ceramah-ceramah biasa, tapi faktanya tidaklah demikian. Terdapat misi politik konstitutif yang mereka inginkan.
Dari sini, kita melihat khilafatul muslimin secara internal menyadari bahwa fantasi keagamaan mereka dalam membangun negara Islam di dalam negara yang sudah final dan konstitusional tidak mendapatkan pembenaran masyarakat Indonesia. Mereka meyakini sejatinya konsesus persatuan dan kesatuan (NKRI), ideologi pencasila, dan dasar yang konstitusional adalah kesepakatan yang dijalankan di atas keabsahan agama, adat istiadat, dan kebudayaan bangsa.

Kesadaran itu dihadapkan pada sikap keagamaan yang fanatik dan dikotomis dalam mempertautkan antara konsep beragama dan relaitas bernegara dengan kerentanan politisnya (Aksin Wijaya, 2021: 106). Evaluasi politik itu disayangkan karena disorientatif dalam perumusan inovasi etelahnya. Artinya, mereka dalam menawarkan solusi dari carut-marut politik dengan konsep syariat Islam yang masif dan dialektis (tidak menerima solusi alternatif/pihak ketiga).
Akhirnya, yang dapat mereka lakukan dalam mewujudkan misi kekhalifahan hanya membangun propaganda/kontrapropaganda dengan konstruksi isu yang dibalut dengan dalih keagamaan. Antara oganisasi kegamaan yang konservatis dan modernis, antara doktrin politik yang Kanan dan Kiri, kebudayaan yang inklusif dan eksklusif dibenturkan satu sama lain dengan memantik kebenaran yang tunggal dan otoritatif. Agama pun ditafsir secara bebas hingga memunculkan bibit phobia Islam di belahan dunia.
Hal inilah yang perlu menjadi perhatian bersama. Objek radikalisasi khalifahers adalah ihwal politik adu domba dan propaganda isu untuk saling menjatuhkan. Semacam menghadirkan anomali-anomali dalam kebenaran dan mengambil kebenaran tunggal versi mereka. Tentu hal ini perlu diantisipasi dan diperangi.
